Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Jum'at , 22 September 2017 - 2 Muharram 1439 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Kankemenag Tasikmalaya Intensifkan Peran Penyuluh untuk Hindari Kenakalan Remaja

  • Thursday, 22 May 2014 | 17:51
  • Administrator
  • berita
Tasikmalaya, bimasislamMenyiapkan generasi muda yang berkualitas merupakan sebuah keniscayaan guna menjaga kesinambungan kepemimpinan. Tanpa generasi muda yang berkualitas, masa depan sebuah bangsa dipertaruhkan. Padahal, masa depan bangsa dengan berbagai tantangannya yang lebih komplek, membutuhkan calon penerus yang memiliki kapasitas terbaik sebagai pemimpin.
 
Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Dadang Romansyah, M.Si saat membuka Workshop Pengembangan Manajemen dakwah Berbasis Komunitas, yang diselenggarakan Direktorat Penais, 21-23 Mei 2014, bertempat di Hotel Crown Kota Tasikmalaya. Hadir sebagai peserta sebanyak 50 orang, terdiri dari para Penyuluh Agama Islam, pimpinan ormas Islam, akademisi, LSM dan tokoh agama.
 
Dadang menjelaskan, Kabupaten Tasik dikenal dengan julukan kota seribu santri. Hal ini disebabkan begitu banyak pesantren dan santri bertebaran di berbagai pelosok Tasikmalaya. Tak mengherankan jika Tasikmalaya sejak dahulu menjadi tujuan bagi para santri dalam menimba ilmu agama. Pun, pembinaan keagamaan dengan sendirinya sangat kuat dan hampir ada di setiap lini hingga pedesaan.
 
Seiring berjalannya waktu, masyarakat Tasikmalaya kini dihadapkan pada berbagai dampak modernitas, termasuk kepada para remaja. Para remaja banyak terjerumus pada berbagai kenakalan yang merusak masa depannya. Para remaja yang seharusnya menikmati masa-masa pertumbuhan secara positif, justru terjerumus pada berbagai bentuk kenakalan, seperti penyalahgunaan narkotika, genk motor hingga pergaulan bebas. Sebagai dampaknya, generasi muda sebagai calon penerus kepemimpinan terancam tak memiliki kualitas dan kapasitas kepemimpinan.
 
Kami mengintensifkan peran para penyuluh agama Islam dan organisasi kepemudaan masjid untuk melakukan pembinaan keagamaan kepada komunitas-komunitas anak remaja. Tujuannya agar para remaja ini mendapat pembinaan terbaik, karena masa depan ummat berada di pundak mereka,” tuturnya.
 
Di samping itu, pihaknya melibatkan para remaja secara luas dalam berbagai kegiatan keagamaan sebagai ajang penguatan kapasitas mereka sebagai calon penerus bangsa. Menurutnya, para remaja perlu dilibatkan dalam program kerukunan, dialog keagamaan dan pembinaan masyarakat, sehingga kapasitas dan pengalamannya bertambah kuat.(imam/foto:bimasislam)

Berita Lainnya

KUA Kec. Klojen Simpan Rapi Data Nikah Era Penjajahan
Dirjen Bimas Islam Minta Kominfo Blokir Situs Layanan Jasa Nikah Siri Online
Regulasi Perzakatan Mencegah Kompetisi Tidak Sehat antar-Lembaga Zakat
Al-Quran Braille, Butuh Perhatian Khusus Pemerintah