Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Kampung Zakat, Gagasan Baru Kementerian Agama
  • Friday, 02 February 2018 | 06:41
  • sigit
  • berita
Lombok, bimasislam— Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Fuad Nasar memberikan sambutan pada acara soft launching ‘Kampung Zakat’ di halaman masjid Haqqul Yaqin, Dusun Longserang Timur, Desa Cilangko, Kecamatan Langsir, Kab. Lombok Barat, ia menyampaikan apresiasi, rasa kegembiraan, dan kebanggaanatas terjalinnya kerjasama atau kolaborasi program ini. Perlu diketahui bahwa Kampung Zakat merupakan program baru yang digagas oleh Kementerian Agama melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf.
 
Lebih lanjut, pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris di Badan Amil Zakat Nasional,  ia menyampaikan, penamaan program ini dikarenakan setiap orang merasa memiliki kampung, secara psikologis memiliki keterikatan dengan kampung halamannya yang telah membesarkannya, namun disisi lain kita melihat data statistik yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa bulan lalu tahun 2017 (per bulan September-red), menyebutkan angka kemiskinan di pedesaan lebih tinggi dibandingkan angka kemiskinan di perkotaan.
 
Acara seremonial yang dibuka secara simbolik dengan membuka tirai yang berisikan papanisasi dengan bertuliskan ‘Kampung Zakat’, Fuad Nasar beserta rombongan dari jajaran Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf yang didampingi Ibu Penggerak PKK Kabupaten Lombok Barat, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten, serta pengurus Forum zakat (FOZ) menyalami masyarakat yang hadir dan anak-anak sekitar sambil berjalan menuju lokasi pemberdayaan masyarakat di kampung tersebut.

Diantaranya program pemberdayaan yang telah dilakukan yaitu lelang bedah bale (rumah-red), pengrajin camilan, bale baca, pengrajin anyaman ketak, sarana air bersih, dan lainnya.
 
Dusun Longserang Timur yang memiliki letak tidak jauh dari ibu kota provinsi dan dibawah kaki gunung rinjani ini memiliki 500 KK, sebagian besar penduduk menjadi buruh tani, tenaga kerja serabutan, buruh bangunan, dan mengadu nasib dinegara orang menjadi TKI. Daerah ini sering dilanda kekeringan sehingga sulit mendapatkan air bersih  untuk memperoleh kebutuhan air minum sehari-hari dan bahkan terbatasnya MCK sehingga menyebabkan masyarakat sekitar yang ingin buang hajat masih ke sungai.
 
Tepat esok harinya (1/2, red), pilot project program ‘Kampung Zakat’ akan di lakukan Grand Launching oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saefuddin dan sekaligus akan membuka acara Musayawarah Nasional (Munas) ke-8 Forum Zakat (FOZ) yang mengusung tema Kerja Bersama untuk Gerakan Zakat Indonesia.
 
(Achmad Soleh)