Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Kamis , 29 Juni 2017 - 4 Syawal 1438 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Jihad Melawan Hoax!

  • Monday, 17 April 2017 | 07:56
  • sigit
  • berita
Jakarta, bimasislam—Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti mengajak semua unsur untuk bersama-sama melawan Hoax, terutama hoax yang beredar melalui media sosial.  
 
“Kita perlu bergandengan tangan, semua unsur harus kerjasama baik media, masyarakat, pemuda, tokoh agama dan pemerintah untuk jihad melawan hoax”, Kata Niken dalam acara Temu Konsultasi Pengelola Media yang digelar Direktorat Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam Kemenag, Kamis (13/04)
 
 
Dikatakan Niken, media sosial sekarang telah menjadi pilar demokrasi. Namun saat ini media sosial telah banyak disalahgunakan dengan kehadiran hoax yang membuat masyarakat cemas.   
 
Niken lantas mencontohkan beberapa Hoax yang sempat menghebohkan dan ditangani secara cepat instansinya. “Beberapa hoax yang langsung kita tangani misalnya tentang embargo dua kali musim haji yang dikaitkan dengan kondisi politik tanah air, juga soal selfi Jokowi dengan Raja Salman yang dikatakan Arab Saudi marah karena merasa direndahkan, keduanya bohong”, ungkap Niken.
 
Terkait dua hoax itu, Niken menjelaskan bahwa tidak benar Arab Saudi akan mengembargo kuota Haji Indonesia. Yang kedua, justru media-media Arab Saudi memberikan apresiasi kepada Negara Indonesia atas sambutan yang begitu hangat. Keterangan itu langsung didapat dari kedutaan Arab Saudi yang ada di Indonesia dan Kedutaan Indonesia yang ada di Arab Saudi.
 
Saat ini, menurut Niken semua pihak perlu mewaspadai terhadap ujaran kebencian dan perang ideologi. “Ujaran kebencian telah mencuci otak sebagian masyarakat, kita harus mewaspadai saat idiologi negara mau diganti dengan idiologi lain, maka yang terjadi adalah kekacauan”, tegas Niken.
 
Untuk melawan Hoax, mantan penyiar Senior RRI itu mengajak anak muda untuk giat memproduksi konten positif. “Mari kita manfaatkan media sosial untuk penyebaran informasi, hoax harus dilawan dengan informasi yang benar”, pungkas Niken.
 
Sementara itu, sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin menegaskan bahwa Bimas Islam bergandengan tangan dengan media untuk melawan Hoax. “Kami sangat konsen melawan berita hoax melalui beberapa program yang telah dan akan dilaksanakan”, ungkapnya.  
 
Amin menyebutkan beberapa program Ditjen Bimas Islam yaitu workshop jurnalisme keagamaan, worksop jurnalistik media online, coaching video pendek tentang kebimasislaman, FGD dengan pemred media-media massa serta temu bloger menjadi bukti keseriusan Kemenag dalam membangun kehidupan yang damai.
 
[syamsuddin/bimasislam]

Berita Lainnya

Machasin: Nikah Siri (Online) Sah Secara Agama, Tapi Bermasalah Secara Sosial
Tingkatkan Kualitas Penyuluh, Ditpenais Gelar Orientasi Penilaian Angka Kredit
LifeSkill Daarun Najaah Boarding School, Di Tempat Ini Para Calon Ahli Falak Dididik
Janganlah Berhenti Berbuat yang Terbaik Sebagai Ciri Seorang Muslim!