Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Ini Pesan Menag pada Pembukaan STQ XXIV Kaltara
  • Sunday, 16 July 2017 | 15:08
  • sigit
  • berita
Tarakan, bimasislam— Pembukaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional XXIV di Tarakan, Kalimantan Utara berlangsung meriah. Perhelatan akbar tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada Sabtu (15/7) di depan ribuan masyarakat kota Tarakan dan sekitarnya yang memadati arena utama STQ di Islamic Center Baitul Izzah, Kota Tarakan.
 
Dalam sambutannya, Menag berpesan agar seluruh masyarakat Indonesia dapat terus menjaga keharmonian sosial dan kerukunan hidup umat beragama. 
 
Dikatakan Menag, harmoni dan kerukunan merupakan dasar persatuan dan kesatuan bangsa.  “Kita perlu menghindarkan semua potensi yang menggiring masyarakat ke arah konflik, terlebih konflik yang mempunyai sangkut paut dengan isu – isu agama,” katanya. 
 
Menag menambahkan, Agama Islam yang dianut mayoritas bangsa Indonesia adalah Islam yang ramah atau ‘rahmatan lil alamin’. “Islam adalah agama yang mengajarkan toleransi, baik perbedaan-perbedaan antar internal umat islam maupun antar pemeluk agama yang berbeda,”ujarnya.
 
Dalam kesempatan itu Menag juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih memahami, mendalami, dan mengamalkan empat pilar kebangsaan, yaitu: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Dikatakannya, empat pilar tersebut dapat memberikan jaminan  kepada warga negara yang ingin menjalankan ibadah sesuai agamanya 
 
“Saya yakin, jika tatanan kebangsaan dan kemasyarakatan kita yang kondusif dapat terus kita pelihara, dengan izin Allah, kita akan mampu membangun hari esok yang lebih baik dan menyelamatkan Negara Republik Indonesia dari segala bahaya perpecahan dan krisis nilai yang berpotensi melanda masyarakat  di era globalisasi ini,” pesannya.
 
Selain itu, alumni pondok modern Gontor, Ponorogo Jawa Timur itu juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi  kepada tuan rumah, secara khusus Gubernur Kalimantan Utara dan Pemkot Tarakan beserta seluruh jajarannya,  atas dukungan dan kerjasama dalam penyelenggaraan STQ Nasional. Menag berharap kegiatan STQ ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar dan sukses. 
 
Sementara itu, secara khusus Menag mengajak kepada qori, qoriah, hafidz, hafidzah, serta para pimpinan khafilah, dewan hakim, dan official, untuk turut menjaga tujuan mulia STQ. “Suasana aman dan damai, sesungguhnya merefleksikan potret kehidupan kebangsaan yang kita dambakan terwujud di seluruh persada nusantara,” ujarnya.
 
Dalam pembukaan tersebut tampak hadir Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie beserta jajaran Pemprov Kaltara, Perwakilan Pemerintah Provinsi masing-masing kafilah STQ, Plt Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Pejabat Eselon II Kementerian Agama, Kakanwil Kementerian Agama Se Indonesia, Official dan peserta, serta masyarakat Tarakan.
 
(Sigit/bimasislam/kemenag)