Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Ini Harapan Kemenkeu atas Proyek SBSN di Bimas Islam
  • Wednesday, 04 January 2017 | 09:55
  • sigit
  • berita
Klaten, bimasislam— Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) turut hadir dalam peresmian 61 Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji yang dibangun dengan dana sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun 2016 di Karananom, Klaten Jawa Tengah, Jumat (23/12).
 
Dalam sambutannya, pihak Kementerian Keuangan yang diwakili pejabat DJPPR, Rahmat Fauzy, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Ditjen Bimas Islam dalam melaksanakan proyek SBSN tersebut. Bahkan, dikatakannya, pada hari yang sama Presiden Joko Widodo juga memberikan penghargaan kepada Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat, Bappenas dan BSM MUI di Istana Negara atas pelaksanaan proyek yang dibiayai oleh sukuk negara tersebut.
 
Dikatakan Fauzy, dana dari sukuk negara adalah salah satu pembiayaan APBN yang diperoleh dari masyarakat Indonesia sendiri.  Pada tahun 2016 dana sukuk yang diterbitkan oleh pemerintah mencapai angka Rp 180 triliun, dimana Rp13,67 Triliun di antaranya dikhususkan untuk pembiayaan proyek.
 
Ditjen Bimas Islam mendapat alokasi proyek untuk pembangunan gedung balai nikah dan manasik haji yang menjadiujung tombak pelayanan Kemenag di tingkat Kecamatan di 181 lokasi dengan dana sekitar Rp 182 Milyar. Selain itu, proyek lain di Kementerian Agama yang dibangun dengan biaya SBSN adalah pembangunan gedung asrama haji pada Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), dan gedung perguruan tinggi Islam pada Ditjen Pendidikan Islam (Pendis).
 
Dalam kesempatan tersebut, Fauzy menambahkan bahwa pada tahun 2017, pembangunan gedung balai nikah dan manasik haji berbasis biaya SBSN akan meningkat menjadi 256 lokasi dengan anggaran mencapai Rp 315 Milyar.
 
Agar kepercayaan investordapat terjaga, pria berkacamata itu berpesan agar pelaksanaan proyek berbasis SBSN dapat terus dilaksanakan dengan baik dengan hasil yang tidak hanya terfokus pada outputtetapi pada tingkat outcome. “Dengan fokus sampai pada tataranoutcome, pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat akan terus meningkat,” ujarnya.
 
Peresmian 61 gedung balai nikah dan manasik haji yang dibangun dengan biaya SBSN di Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nur Syam. Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, perwakilan inspektorat Jenderal, serta utusan dari Kementerian Keuangan, Bappenas, dan jajaran pemerintah kabupaten Klaten.  
 
(afief/bimasislam)