Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Ini Faktanya, Mushalla di Stasiun KRL Jabodetabek Sangat Tidak Layak
  • Wednesday, 20 January 2016 | 14:51
  • Administrator
  • berita
Jakarta, bimasislam— Bagi anda yang biasa bepergian ke kantor setiap hari di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dengan moda transportasi KRL Commuter Line, maka dipastikan pernah melaksanakan shalat di stasiun kereta api. Saat jam-jam sibuk semisal masuk waktu shalat Maghrib, maka anda akan melihat dan merasakan kondisi yang menyedihkan saat ingin melaksanakan shalat. Kondisi mushalla yang sempit, sumpek, dan kotor, dengan antrian panjang untuk beribadah menjadi pemandangan nyata yang dapat disaksikan setiap hari. Bahkan antrian yang panjang tersebut juga ternyata tidak selalu diimbangi dengan ketersediaan air wudhu yang memadai.
 
Dalam pantauan bimasislam, waktu shalat yang paling banyak penumpang melaksanakan shalat adalah saat memasuki waktu shalat Maghrib. Di stasiun Lenteng Agung misalnya, kondisi mushalla yang “apa adanya”, sempit, sumpek, dan nampak kurang terawat. Tidak jarang, barisan jemaah putra dan putri satu baris, atau campur karena ruang yang sempit. Ada pula penumpang yang shalat dekat tempat wudhu dan semak belukar. Sering muncul keluhan dari para penumpang, kenapa PT KAI tidak memperhatikan kondisi ini, sementara jumlah penumpang CommLine yang terus bertambah setiap hari.
 
“Sebagai pelanggan Comm-Line saya sedih. Setiap hari ketika mau shalat Maghrib di stasiun kondisi mushalla seperti ini, sempit dan antri panjang. Seharusnya PT KAI memperhatikan penumpang yang mayoritas umat Islam agar dapat menjalankan ibadah dengan khusyu. Jangan hanya ngejar profit aja, tolong perhatikan tempat ibadah penumpang,” ujar Abdullah dengan kesal.
 
Lain lagi saat seorang jurnalis Gatra, Asrori S. Karni, kemarin siang (20/1) saat shalat Dzuhur di mushalla stasiun Manggarai, terpaksa merelakan sepatunya diambil oleh sang pencuri.
 
Mosok lagi ibadah kok sepatu saya dicuri. Kalau begini saya jadi malas shalat di mushalla stasiun, sudahlah tempatnya nggak nyaman, nggak aman pula. Tolong Kemenag kirim surat kepada Menhub Jonan agar mau memperhatikan tempat ibadah”, harap Asrori kepada kru bimasislam.
 
Lain halnya di stasiun Cikini, mushalla untuk shalat Maghrib hanya di pelataran (lantai) dengan hamparan karpet. Banyak orang lalu lalang, dan tentu shalatnya pun tidak akan khusyu. Demikian juga di stasiun Tanah Abang, kecil, kotor, dan sangat dekat dengan orang yang lalu lalang dari penumpang yang mau mengejar kereta. Mungkin hanya di stasiun Sudirman yang kondisinya cukup lumayan, agak bersih dan kondusif. (thobib/bimasislam)