Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Selasa , 22 Agustus 2017 - 30 Zulkaedah 1438 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Ini Daftar Jawara Hafalan Quran dan Hadits pada MHQ Nasional Aluu Suud ke-9

  • Thursday, 16 March 2017 | 14:43
  • thobib al-asyhar
  • berita
Jakarta, bimasislam-- Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi menggelar Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits Tingkat Nasional ke-9 tahun 2017 dari tanggal 13 – 16 Maret 2016. Diikuti 160 orang peserta dari utusan provinsi dan pesantren, perlombaan dibagi dalam empat golongan yakni hafalan 10, 15, 20, dan 30 Juz, dan kategori Hadits Nabawi.
 
Dalam sambutannya pada penutupan Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits ke-9, Kamis (16/3) bertempat di Auditorium HM Rasjidi Gd. Kementerian Agama Jl MH Thamrin No. 6 Jakarta, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan rasa terima kasih kepada Kedutaan Arab Saudi yang telah rutin menyelenggarakan event tahunan ini. Menurutnya, kerjasama ini menjadi bukti eratnya hubungan kedua negara dan pada saat bersamaan, memperkuat syiar Islam di dunia Islam.
 
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama ini. Kami harapkan lebih ditingakatkan dan diperluas di masa datang, sehingga semakin memperkuat dan meneguhkan kerjasama kedua negara“ ujarnya.
 
Bagi Indonesia, perhelatan ke-9 Musabaqah Hafalan al-Qur’an dan Hadits merupakan momentum tepat untuk mengukuhkan nilai-nilai keislaman dalam keragaman Nusantara. Selain sebagai ajang silaturahim, event ini juga berkontribusi besar bagi penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat, damai dan rahmatan lil’alamin.
 
Menag menambahkan, para juara yang lahir dari event ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai al-Qur’an dan hadits. Apalagi generasi muda adalah harapan dan masa depan bangsa sebagai calon pemimpin di masa datang.
 
"Kami berharap event ini mampu memberi warna bagi penguatan nilai-nilai islam yang moderat, memotivasi para generasi muda untuk lebih mencintai al-Quran dan Hadits. Nilai Islam dan spirit keduanya harus menjadi ruh dalam berbangsa dan bernegara" ungkapnya.
 
Sementara itu, Duta Besar Saudi untuk Indonesia, Osama Mohammad Abdullah Al-Shuaibi, kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat syiar Islam melalui kerjasama dengan Kementerian Agama.
 
"Perhelatan ini adalah momentum bagi kedua negara untuk meneguhkan nilai-nilai islam rahmatan lilalamin. Ke depan kami berharap dapat meningkatkan kualitas penyelenggaran event musabaqah ini" ungkapnya dengan penuh semangat. 
 
Penutupan Musabaqah Hafalan al-Quran dan Hadits Alu suud ke-9 diakhiri dengan pembacaan juara oleh Ketua Dewan Hakim, Dr. Ahsin Sakho Muhammad, MA. Di kelompok putri, terdapat tiga juara di tiga cabang yang berbeda. Ilvi Zakiah Darmanita dari LPTQ DKI Jakarta keluar sebagai juara 1 pada cabang hafalan 10 juz, Siti Fadilah dari Institut Ilmu al-Qur’an (IIQ) juara 1 cabang hafalan 15 juz, serta Ayuna Faizatul Fikriyah dari Lembaga Tahfidz dan Tahsin Nurul Qur’an di kelompok hafalan 20 Juz. Sebagai kegiatan pertama pada kelompok wanita, para juara hanya untuk posisi pertama saja, tidak terdapat juara 2 dan 3.
 
Adapun di kelompok putra, cabang 10 juz secara berurutan: Cabang 10 Juz: Abdurahman Fadholi LPTQ Sulawesi Tenggara, Habiburahman utusan Pesantren Darul Aman Makasar, Umar Rois Hisyam Al-Ghazi utusan dari LIPIA Jakarta.
 
Cabang 15 juz: Salman Mubarak dari pesantren al Irsyad Semarang, Muh. Alfath dari pesantren Al Matlu’ Sukabumi, dan Muh. Fathi Mubarok dari Pesantren Husnul Khatimah Kuningan, Jawa Barat.
 
Cabang 20 juz: Nurhasan Fadil dari LPTQ Jawa Timur, Andika Prayoga dari LPTQ Riau, dan Deden Setiawan dari LPTQ Jakarta. Cabang 30 Juz: Zulfiyandi dari Aceh, Muh. Sabililhaq dari Sulawesi Selatan, dan Khoirul Lisan dari Pesantren Manbaul Ulum, Serang, Banten.
 
Sedangkan cabang hafalan hadits: Lalu Wahyu Khoirul Bahtiar LIPIA, Jakarta, Muh. Ainul Hakim dari pesantren Nurul Hakim Provinsi NTB, dan Lukman Jazaul Ihsan dari Pesantren Imam Bukhori, Karanganyar, Jawa Tengah.
 
(jaja/thobib/bimasislam)

Berita Lainnya

Puisi Menag dan Empati Kementerian Agama atas Keluarga YY di Bengkulu
Dirjen: Masyarakat Masih Dominan Spirit of Receiving daripada Spirit of Giving
Kelola Zakat Harus Secara Profesional!
Terkait ISIS, Muhamadiyah: Ada Dua Problem