Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Imam Besar Masjid Istiqlal: Generasi Qurani Harus Disiapkan
  • Monday, 11 July 2016 | 09:55
  • sigit
  • berita
Jakarta, bimasislamImam Besar Masjid Istiqlal, KH. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa agama mengingatkan kita perlunya memperhatikan generasi masa depan yang tangguh. Problem anak-anak yatim dan kemiskinan selalu menjadi kendala dalam penyiapan generasi qur’ani.
 
Hal itu disampaikan di atas mimbar masjid Istiqlal saat menjadi Khatib Shalat Idul Fitri 1437 H, Jakarta, Rabu (6/7). Diperkiraan 250 ribu umat Islam bersama-sama melaksanakan jamaah shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Jakarta. Turut hadir, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menag Lukman Hakim Saifuddin. Tampak hadir pula beberapa menteri kabinet kerja, para duta besar Negara sahabat, pimpinan dan anggota DPR-MPR, serta tokoh agama. Shalat Idul Fitri dimulai tepat pukul 06.45 wib, dengan imam Ust. Husni Kamil
 
Mantan Wakil Menteri Agama ini mengungkapkan bahwa tantangan umat Islam ke depan ialah bagaimana mempersiapkan generasi bangsa dan umat yang lebih tangguh, kompetitif, dan lebih produktif, yakni generasi yang hidup di bawah bayang-bayang Al-Qur’an.
 
Selaras dengan tema "Mempersiapkan Generasi Qur’aniMantan Dirjen Bimas Islam ini berpesan tentang pentingnya membenahi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah-kampus dan lingkungan masyarakat. Terkait lingkungan keluarga Guru Besar UIN Jakarta ini menilai bahwa saat ini banyak anak-anak yang tumbuh berkembang jauh dari didikan langsung orang tuanya dan minim terhadap nilai-nilai spriritual.
 
“Lingkungan keluarga adalah madrasah paling awal untuk melahirkan generasi qur’ani. Sulit dibayangkan anak-anak shaleh/shalehat akan hadir dari sebuah rumah tangga yang kering dengan nilai-nilai spiritual”, pesan Nasaruddin.
 
Mengenai Lingkungan Sekolah-Kampus, Rektor Institut Perguruan Tinggil Ilmu Al-Qur’an ini berpesan bahwa sekolah atau kampus memegang peran penting dalam penyiapan generasi qur’ani.
 
“Mempersiapkan generasi qur’ani masa depan, sudah saatnya kita mengembalikan tradisi keilmuan Islam yang menghargai bahkan menjunjung tinggi moral keilmuan. Dalam Islam bukan ilmu untuk ilmu, tetapi ilmu untuk meningkatkan martabat kemanusiaan, ilmu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan”, kata Nasaruddin.
 
Sedangkan mengenai Lingkungan Masyarakat, KH Nasaruddin melihat saat ini arus globalisasi telah masuk melalui media informasi yang sepertinya tak dapat lagi dibendung. Bahkan daya serap masyarakat terhadap nilai-nilai budaya global ini cenderung lebih cepat,ketimbang penyerapan nilai-nilai budaya lokal dan mungkin juga nilai-nilai agama. Oleh karena itu KH Nasaruddin berharap kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal positif.
 
”Menolak globalisasi bukanlah pilihan tepat, karena itu bisa berarti menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, apalagi saat sekarang. Namun kita perlu lebih cerdas dan selektif menjaring dan menyaring budaya globalisasi. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi harus dapat dimanfaatkan sebagai pelestari dan pengembang nilai-nilai agama dan budaya lokal”, tegas KH Nasaruddin.
 
(syamsuddin/bimasislam)