Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Kamis , 19 Oktober 2017 - 29 Muharram 1439 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Dirjen: Kepemimpinan Berbasis Spiritual Bertumpu pada Nilai-nilai Ketaatan Beragama

  • Thursday, 12 October 2017 | 11:50
  • Syam
  • berita
Bogor, bimasislam-- Di hadapan peserta kegiatan Spiritual Leadership Workshop yang diselenggarakan oleh Sekretariat Ditjen Bimas Islam di hotel Rancamaya, Bogor (11/10), dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, menyampaikan bahwa workshop ini penting untuk membangun kesadaran bersama dalam memimpin sehari-sehari di kantor. Menurutnya, workshop kepemimpinan berbasis spiritual intinya adalah pada nilai-nilai ketaatan beragama.
 
"Saya mengapresiasi kegiatan ini untuk mengupgrade kemampuan para pejabat. Tema Spiritual Leadership ini intinya adalah nilai-nilai ketaatan kita dalam beragama yang dapat diimplementasikan pada kepemimpinan di kantor", tandasnya.
 
Mantan Sekretaris dan rektor IAIN Gorontalo ini juga berpesan agar jajarannya dapat bekerja dengan berpegang pada nilai-nilai agama yang secara formal kita laksanakan dalam bentuk ibadah setiap hari, khususnya sholat berjamaah zuhur dan ashar.
 
"Waktu saya jadi rektor saya adalah penggerak para pegawai agar melaksanakan sholat berjamaah. Namun sekarang ini saya harus lebih banyak meluangkan waktu agar bisa sholat berjamaah di masjid. Saya lihat beberapa pegawai rajin sholat berjamaan di masjid dan itu bagus. Namun yang paling utamanya dari seluruh ketaatan kita adalah agar bagaimana nilai-nilai spiritual dalam ibadah dapat menjadi spirit kita setiap hari", tandasnya
 
Lebih lanjut Amin berpesan agar para pejabat memahami tugas dan fungsinya dengan baik agar pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya dapat dilaksanakan sesuai target dan sasaran. 
 
"Pejabat harus memahami betul tugas dan fungsinya dengan baik. Apa yang harus dikerjakan. Kapan dan berapa target yang akan dicapai. Saya lihat beberapa orang tidak tepat penempatan jabatannya, mungkin nanti kita akan lakukan evaluasi dan penataan ulang agar kinerja kita lebih baik lagi", ujarnya.
 
Workshop kepemimpinan berbasis spitualitas ini diselenggarakan selama tiga hari (11-13 Oktober), dengan seluruh peserta berjumlah 60 orang, utamanyanya adalah pejabat eselon 3 dan 4 di Ditjen Bimas Islam. Beberapa materi yang akan didapatkan diantaranya adalah understanding people, leadership and influencing other, effective coaching, dan lain-lain.
 
(thobib/bimasislam)

Berita Lainnya

Abdul Djamil: Remunerasi Dituntut Perubahan Besar Melebihi yang Diharapkan Pemerintah
Ditjen Bimas Islam dan Dukcapil akan Lanjutkan Kerjasama untuk Integrasi Data
Tanwirul Qulub: Sarana Pencerahan Spiritual di Akhir Pekan
Masjid Agung Malang, Simbol Dua Keharmonian