Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
BWI Gelar Kegiatan Konsolidasi Nazhir Wakaf Uang dan LKS-PWU
  • Monday, 09 November 2015 | 16:03
  • berita
BWI Gelar Kegiatan Konsolidasi Nadzir Wakaf Uang dan LKS-PWU
 
Jakarta, bimasislamBadan Wakaf Indonesia (BWI) menggelar kegiatan Konsolidasi Nadzir Wakaf Uang dan Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) di Hotel Ibis Cawang Jakarta Timur selama tiga hari, Jum’at -Ahad 6-8 November 2015 kemarin. Konsoidasi ini dihadiri oleh lebih dari 50 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
 
Mereka antara lain berasal dari utusan Wakaf Al-Azhar, Nahdlatul Ulama, Tabung Wakaf Indonesia, Koperasi Jasa Keuangan Syariah Beringharjo (Yogyakarta), Baitul Maal wat Tamwil Al Fataya (Sumatera Barat), KJKS BMT An-Najah (Jawa Tengah), Bank DKI Syariah, Bank BNI Syariah, Kementerian Koperasi, dan Yayasan Daarut Tauhiid (Bandung).
 
Sekretaris Badan Pelaksana BWI Nur Samad Kamba mengatakan, kegiatan dilaksanakan dalam rangka peningkatan penghimpunan dan pengelolaan wakaf uang di Indonesia. BWI menginginkan pelaksanaan wakaf uang berjalan semakin baik dan semarak.
 
BWI menilai pelaksanaan wakaf uang di Indonesia belum mengalami kemajuan signifikan, baik dalam hal penghimpunan, pengelolaan, maupun penyaluran hasilnya kepada masyarakat. Menurut staf Divisi Pembinaan Nadzir BWI Fahrurohi, hal ini bisa dikarenakan faktor Nadzir, LKS-PWU, atau aturan wakaf uang yang ada
 
Karena itulah BWI mengundang Nadzir-Nadzir wakaf uang yang sudah terdaftar dan bank-bank LKS-PWU untuk mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan wakaf uang. Selain dalam rangka pembinaan, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi saling berbagi pengalaman di antara Nadzir dan LKS-PWU, serta sistem pelaporan dan akuntansi wakaf uang.
 
Dalam pembukaan kegiatan konsolidasi, Jum’at (6/11) yang dihadiri perwakilan Direktorat Pemberdayaan Wakaf Kementerian Agama, Ketua Badan Pelaksana BWIH. Maftuh Basyuni menyampaikan, Salah satu hal yang membedakan wakaf dari zakat dan hibah adalah keberadaan Nadzir.
 
“Nadzir inilah pihak yang menerima amanah dari wakif untuk menjaga, memelihara, mengadministrasikan, dan mengelola harta wakaf sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan wakif. Selanjutnya, Nadzir juga bertugas untuk menyalurkan hasil/ manfaat wakaf kepada pihak yang sudah ditetapkan wakif, yang disebut mauquf alaih,” jelasnya.
Maftuh mengingatkan, tugas Nadzir adalah mengelola dan mengembangkan harta wakaf sehingga menghasilkan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, Nadzir haruslah orang-orang yang cerdas dan kreatif dalam bisnis.
 
“Upaya memajukan dan memproduktifkan wakaf tidak bisa tidak harus dimulai dari penguatan kapasitas Nadzir. Tanpa kehadiran Nadzir yang berkualitas, harta wakaf hanya akan menjadi aset abadi yang beku dan minim manfaat,” katanya.
 
Kegiatan konsolidasi itu menghadirkan beberapa narasumber dari kalangan praktisi wakaf uang dan bank syariah, serta pebisnis dan motivator. Kegiatan yang ditutup oleh Wakil Ketua Badan Pelaksana BWI Slamet Riyanto menghasilkan beberapa rekomendasi, antara lain BWI bekerja sama dengan BI, OJK, dan lembaga terkait lainnya mengkaji lebih jauh kemungkinan penggunaan harta wakaf sebagai cash collateral di perbankan.
 
Direkomendasikan juga BWI membuat standar kompetensi Nadzir dan klasifikasi Nadzir berdasarkan keahlian dalam mengelola wakaf. (A. Khoirul Anam/bimasislam)