Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Bimas Islam Meriahkan Sekaten Yogyakarta 2015
  • Friday, 18 December 2015 | 09:38
  • berita
Yogyakarta, bimasislamDitjen Bimas Islam turut memeriahkan pagelaran Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) tahun 2015 yang digelar di Alun-alun Utara, Yogyakarta. Hajatan Akbar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang dibuka oleh Wakil Gubernur Sri Paduka Paku Alam IX itu digelar selama 21 hari berturut-turut sejak tanggal 4 hingga 24 Desember 2015.
 
Dibandingkan perayaan sekaten tahun lalu yang dihelat selama 40 hari penuh, festival sekaten tahun ini memang lebih pendek. Hal ini disebabkan alun-alun utara yang menjadi lokasi pagelaran sedang direnovasi.
 
"Tak ada ketentuan Sekaten harus 40 hari, lagipula Alun-alun Utara kan sedang dilaksanakan revitalisasi," demikian keterangan dari Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta, Suyana, kepada media.
 
Festival perayaan Sekaten tahun ini diikuti berbagai stand dari produk potensi daerah, UKM, instansi pemerintah, serta stan pedagang dan hiburan. Stand Ditjen Bimas Islam sendiri berlokasi khusus di dalam bangunan besar bersama kantor-kantor Kementerian Agama se-Provinsi DIY.
 
Dalam pameran itu, stand Bimas Islam membagikan Kitab Suci al-Qur’an secara gratis, buku, majalah, pulpen cantik, balon, dan lain-lain. Dalam pameran yang dibuka sore hingga malam hari itu, stand Bimas Islam termasuk yang ramai dikunjungi masyarakat Yogyakara, terutama yang menginginkan al-Qur’an.
 
Sekaten atau upacara Sekaten adalah festival tahunan yang digelar oleh pemerintah provinsi Yogyakarta untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad Saw. Nama Sekaten berasal dari kata Syahadatain atau dua kalimat syahadat. Upacara ini dahulu dipakai oleh Sultan Hamengkubuwana I, pendiri keraton Yogyakarta untuk mengundang masyarakat mengikuti dan memeluk agama Islam. (sigit/bimasislam)