Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Kualitas Laporan Kinerja Kemenag Tak Berarti Bila Umat dan Agamanya Masih Berjarak
  • Wednesday, 12 February 2014 | 18:24
  • Administrator
  • berita
Bandung, bimasislam-- Ahad (9/2) Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama telah ditutup secara resmi oleh Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dalam sambutannya, Nasar memberikan apresiasi yang baik atas laporan hasil Rakernas yang dibacakan oleh Karo Ortala Muharram Marzuki. Hanya saja, Wamen mengingatkan bahwa yang menjadi tolok-ukur adalah kualitas keberagamaan umat kita dalam kehidupan nyata.“Sebaik apapun laporan kinerja kita, menjadi tidak berarti bila umat kita masih berjarak dengan agamanya”, tegas mantan Dirjen Bimas Islam ini di hadapan para peserta.

Masih banyak persoalan umat yang memprihatinkan dan mesti kita cermati akhir-akhir ini, uraiannya lebih lanjut. Deradikalisasi yang sering disalahartikan menjadi deislamisasi atau despiritualisasi, sinkretisme yang dikomersilkan, pornografi dan pornoaksi yang statistiknya semakin menanjak, masih munculnya faham agama yang radikal dan sekuler, masih menjadi sebagian tantangan Kementerian Agama sejauh ini.

Kemenag memiliki sejarah tersendiri dengan visi dan misi yang luhur dari founding fathers kita, terang Guru Besar UIN Jakarta ini di Convencion Hall Hotel Horison Bandung. Karenanya, kita punya amanah untuk menjaga dan menunjukkan kewibawaan Kemenag. “Jangan sampai kepentingan jangka pendek mengalahkan kepentingan jangka panjang, menjaga wibawa dan citra institusi kita”, ingatnya penuh keseriusan.

Di akhir sambutannya, Wamen pamitan kepada hadirin dengan menyampaikan perasaanya bahwa bisa jadi pertemuan itu merupakan momen terakhirnya mengikuti Rakernas Kemenag. Kepada para peserta, Wamen memohon maaf bila ada kesalahan dan kekhilafannya selama berada di Kementerian Agama Pusat. (edijun/foto:bimasislam)