Fiqih (Muamalah)

Rezeki Halal/Haram

Assalamu'alaikum wr. wb… maaf mengganggu, sy ingin bertanya, orangtua sy mendapatkan rezeki dengan cara yg haram yaitu berjualan minuman beralkohol, kemudian hasilnya untuk membeli kebun cabai, yg sy tanyakan apakah hasil dari panen kebun cabainya rezeki keluarga sy masih haram atau sudah halal? Mohon berkenan menjawab & trims atas bantuannya tad.. Wa'alaikumsalam wr. Wb

H

TanyaHamba Allah (Bogor)

Asalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Saudara/i yang dirahmati Allah...        
Jawaban dari pertanyaan Saudara/i adalah sebagai berikut:
 
Saudara yang dirahmati Allah, terima kasih telah berkonsultasi dengan kami. Allah mengajarkan kita agar selalu mengkonsumsi dari hasil harta yang halal, karena Allah Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Usaha (niaga) barang-barang beralkohol merupakan niaga yang tidak dibolehkan (dilarang) dalam Islam, sehingga hasil yang didapat darinya masuk dalam koridor haramnya walaupun sudah dirubah bentuk dan wujudnya. Hal tersebut sama halnya dengan konsep Money Laundry (pencucian uang) yang dilarang di Indonesia, berupa penggunaan uang haram untuk bisnis yang
legal. Berbeda halnya bila pelaku bisnis yang haram telah bertaubat, maka semua hartanya termasuk harta haram yang tidak boleh dikonsumsi kecuali yang telah habis dikonsumsi. Sedangkan sisa yang belum dikonsumsi tidak boleh dikonsumsi secara pribadi kecuali sekadar kebutuhan pribadinya dan
sedangkan selebihnya harus dibelanjakan ke lembaga-lembaga sosial (lihat Majmu' Fatawa 29/308)
 
Dari keterangan di atas, dapat disimpulkan kebon cabai dan hasilnya masih terkontaminasi dan turunan dari harta yang haram sehingga ditidak diperkenankan untuk dikonsumsi darinya. Semoga Allah mempermudah langkah kita dalam melaksanakan kebaikan dalam berkonsumsi halal.
 
Demikian Jawaban dari kami. Wallahu a'lam bisshawwab.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
TIm Konsultasi Syariah Ditjen Bimas Islam
.

B

JawabBimas Islam