Fiqih (Muamalah)

Halal/Haram

Assalamu'alaikum war.wab., saya mau tanya
1. ketika saya melakukan perjalanan dinas melakukan pemeriksaan alat, setelah selesai saya mendapatkan amplop katanya buat uang makan/ uang transport sedangkan dari kantor sudah ada uang perjalanan dinas sendiri, apakah uang itu halal atau haram?
 
2. karena sebelumnya saya kurang tahu hukumnya, uang tersebut saya terima dan saya pakai, jika misalkan uang itu kategori haram, sebaiknya saya apakan uang yang terlanjur ada pada saya? apakah dibuang/ diinfakkan/ bagaimana
 
3. misalkan perjalanan dinas saya 3 hari tapi pas disurat tugas ditulis teman tanpa sepengetahuan saya 4 hari , apakah uang yang 1 hari itu hukumnya haram?
 
4. jika kita seorang PNS kemudian pas dinas luar diajak makan oleh rekanan apakah boleh kita terima, karena sudah kebiasaan seperti itu?
 
5. jika kita dibelikan makan oleh bos dari uang yang syubhat (kita tidak tahu halal/tidaknya) dan kita makan, apakah bisa kita ganti uang tersebut dengan uang kita sendiri (disisihkan sebagai ganti uang makan itu) yang selanjutnya uang tersebut diinfakkan ke masjid?
 
mohon pencerahannya
terima kasih.. Wassalamu'alaikum war.wab.

H

TanyaHamba Allah (Bengkulu)

Asalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Saudara/i yang dirahmati Allah...        
Jawaban dari pertanyaan Saudara/i adalah sebagai berikut:
 
Saudaraku, negara membiayai segala jenis perjalanan dinas termasuk komponen transportasi, uang taksi, akomodasi dan uang harian sesuai standar kewajaran yang telah ditentukan oleh Kementerian Keuangan dalam Standar Biaya Masukan (SBM). Uang lain yang diterima berupa hadiah atau pemberian dalam bentuk apapun tidak diperkenankan dalam Islam sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dalam kisah Ibnu Al-Lutaibah sebagai petugas pengambil zakat. Pemberian tersebut sebagai bentuk gratifikasi yang dalam telah diatur dalam UU No.20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Koruspsi, Keppres No. 10 Tahun 1974 Tentang Beberapa Pembatasan Kegiatan Pegawai
Negeri Dalam Rangka Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Kesederhanaan Hidup dan PP 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS menyatakan bahwa setiap PNS dilarang untuk menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/ atau pekerjaannya.
 
Memperhatikan poin-poin tersebut, pemberian yang saudara terima baik bersifat uang atau material lain seperti makanan yang diberikan oleh rekanan sangat terkait dengan jabatan dan/atau pekerjaan yang tidak dapat dibenarkan baik secara agama dan negara. Terkait penggunaan dana tersebut
karena faktor ketidaktahuan, kami sarankan untuk dikembalikan kepada pemberi atau diganti dengan yang seTIMpal  bila terlanjur kita habiskan. Sedangkan kelebihan perjalanan dinas yang anda lakukan, harus dikembalikan ke negara karena selebih tersebut bukan menjadi hak Saudara. Berbeda
halnya dengan makanan yang diberikan oleh atasan kita, atas dasar prasangka baik kita boleh menerima kecuali bila kita tahu sumber dari mana uang tersebut.
 
Semoga dapat menjawab pertanyaan Saudara, dengan penuh berharap kepada Allah senantiasa memberi kemudahan kepada kita dalam mencari dan berharap keberkahan rizki yang halal.
 
Demikian Jawaban dari kami. Wallahu a'lam bisshawwab.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
TIm Konsultasi Syariah Ditjen Bimas Islam
.

B

JawabBimas Islam