TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Sekjen Kemenag: Hindari Penggunaan Media Sosial yang Berlebihan
Friday, 06 January 2017 | 14:11
sigit
Berita

Jakarta, bimasislam—Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nur Syam menghimbau agar masyarakat tidak menggunakan media sosial seccara berlebihan karena dapat menurunkan kualitas kehidupan.   
 
“Media sosial memang penting tapi jangan sampai membuat kita terlalu sibuk, jangan sampai menjadi sesuatu yang powerfull di dalam kehidupan kita”, ujar Nur Syam saat memberi pembekalan pada peserta Pengajian Masyarakat Intelektual di Theater Room, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (13/12).  
 
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini bahkan merasa “ngeri” karena media social saat ini isinya ada fitnah, kebencian yang luar biasa dan ada prilaku yang tidak layak. “Ada sesuatu yang tidak seharusnya di ekspos dan semua ini dilakukan di era cyber war”, ungkapnya.  
 
Didepan ratusan peserta seminar, Nur Syam mengajak agar para orang tua untuk memahami apa itu media sosial. “media sosial menjadi tantangan terbesar bagi keluarga kita. Oleh karena itu, selain memahami media sosial, orang tua harus paham media sosial agar kita tahu perkembangan media sosial seperti apa, digunakan untuk apa, yang positif kita ambil dan yang negative kita buang sejauh-jauhnya”, tegasnya.  
 
Lebih jauh Nur Syam mengungkapkan bahwa saat ini telah datang era cyber war dan proxy war. Pertarungan di media sosial sangat luar biasa, hal itu bisa dilihat dari banyaknya ekstrimisme bermunculan yang bersumber dari media sosial.  
 
“Jauhkan anak-anak kita dari situs-situs yang berkonten dunia ekstremisme, jangan sampai anak-anak kita terjerembab kedalam situs yang di dalamnya terdapat cyber war-nya”, ujarnya.  
 
Seminar ini diikuti oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari Mahasiswa, Dosen dan para peneliti. Hadir beberapa pembicara seperti Prof. Uis Sunarti, Guru Besar IPB dan Prof. Zaitunah Suhban, Guru Besar UIN Jakarta. Hadir pula Direktur Penerangan Agama Islam, Muchtar Ali, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Asep Saepudin Jahar serta beberapa wakil dekan.
 
(syamsuddin/ilustrasi)