TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Mukhtar Ali: Penanggulangan Bahaya Narkoba dan Radikalisme Perlu Peran Nyata Penyuluh
Friday, 06 January 2017 | 14:01
sigit
Berita

Jakarta, bimasislam—Indonesia saat ini telah menjadi wilayah tujuan peredaran Narkoba dan ancaman radikalisme paham keagamaan. Karena itu perlu peran semua pihak agar masalah tersebut dapat diatasi. Polanya dapat diwujudkan dengan menggunakan bahasa agama dari jajaran Kementerian Agama dan tokoh agama. 
 
Lalu apa dan bagaimana peran penyuluh agama? “Penyuluh bisa sebagai komunikator, yakni harus memiliki pengaruh positif dan nyata terhadap persepsi masyarakat dalam pencegahan narkoba,” kata Direktur Penerangan Agama Islam Bimas Islam Kemenag Dr.Muchtar Ali,M.Hum, Rabu (15/6) pagi di Jakarta. Hal itu ia sampaikan di hadapan peserta Koordinasi Nasional Tim Cyber Anti Narkoba dan Radikalisme Kementerian Agama Tahun 2016.  
 
Di samping sebagai komunikator, lanjut Muchtar, penyuluh juga wajib berperan sebagai konsultan dan motivator. “Penyuluh diwajibkan harus memikiki dorongan untuk memberikan konsultasi dan motivasi kepada masyarakat,” tegasnya. 
 
Selain ketiga fungsi tadi, menurut Muchtar, penyuluh juga mesti mampu tampil sebagai fasilitator. "Penyuluh mesti menyediakan waktu khusus untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mendapatkan pemahaman yang baik dan benar tentang hal ini," urainya.  
 
Muchtar juga menyoroti perlu adanya pelatihan khusus untuk penguatan kapasitas penyuluh. "Saatnya kita menjadikan internet sebagai media dakwah yang merupakan pilihan tepat di era globalisasi," sambungnya.   Di akhir penyampaian materi, ia menyodorkan refleksi Presiden AS Barrack Obama terkait stigma negatif Islam di dunia barat.
 
"Bagaimana saudara akan menuduh pemeluk Islam itu radikal kalau tiap bertemu mereka ucapkan Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh?" pungkas Muchtar menyitir Obama.  
 
(thobib/bap/bimasislam)